Langit nan biru cahaya lampu memendar dari gedung-gedung tinggi saat kududuk menatap lurus ke arah jendela kamar Hotel Grand Zurich tempatku berada
Langit nan biru
cahaya lampu memendar
dari gedung-gedung tinggi
saat kududuk menatap lurus
ke arah jendela kamar Hotel Grand Zurich
tempatku berada
Jalanan lengang selengang hatiku
anganku menyusuri jalanan Malioboro
meruah tumpah asongan
mengalir berilir orang jalan
terang menyerang mata
lampu pertokoan
Aku pun rindu menyusuri Malioboro
lewat mataku ... meski
tak pernah kutautkan hatiku pada tempat itu
tidak pada kekasihku
tidak pada sahabatku
tak ada kenangan yang memebekas padanya
namun, aku selalu rindu untuk merajut waktu
barang satu jam hanya bersamamu
Menyusuri jalan
sambil memegang hangat tanganmu
memeluk ramping pinggangmu
ah ... kutebar anganku lebih jauh
menyusuri Paris saat musim gugur
tentu bersamamu ...
merasakan hangat angin
membelai tubuh
menikmati helai demi helai daun
berjatuhan kemudian terbang tertiup angin
mencecap secangkir capucino hangat
bersamamu ...
Sayang anganku hanya terwujud
Pada jalanan lengang ujung Malioboro
Yogya I’m here
kunikmati setiap jengkal malammu
lewat mata rapuhku
kupasang telinga tuk mendengar
lenguh kereta yang melaju
maka .... kupeluk malammu Yogya
dalam pelupuk yang tak jua terkantuk ...
Yogyakarta, 10 juli 2013

COMMENTS