Kesenian Laras Madya NGADIREJO - 3 Januari 2015- Dusun Rejosari RT 02 RW 03 Kecamatan Ngadirejo Kabupaten Temanggung mengadakan keseni...
![]() |
| Kesenian Laras Madya |
NGADIREJO - 3 Januari 2015- Dusun Rejosari RT 02 RW 03 Kecamatan Ngadirejo Kabupaten Temanggung mengadakan kesenian laras madya. Di zaman yang serba maju ini, kesenian dan budaya daerah kian luntur, globalisasi membawa banyak sekali budaya barat yang sekarang menjadi kiblat para remaja. Kesenian Laras Madya ini salah satu seni yang masih bertahan hingga kini, laras madya biasanya diadakan untuk memperingati hari kelahiran Nabi Muhammad SAW. Kesenian Laras Madya berdiri sejak tanggal 1 November 1950 tepat pada saat maulud nabi. Kesenian ini banyak diikuti dan diminati oleh masyarakat, khususnya warga Dusun Rejosari.
Kesenian
Laras Madya merupakan kesenian yang menggunkan alat seperti rebana, kendang,
dan alat kesenian jawa lainnya. Kata Laras dalam bahasa jawa berarti orang yang
senang dan kata Madya berati tengah. Jadi Laras Madya mempunyai makna
kesenangan perayaan dihari kelahiran Nabi Muhammad dari anak-anak hingga orang
tua. Inti dari kesenian Laras Madya adalah bersholawat kepada Nabi besar umat
islam.
Kesenian
Laras Madya berlansung sangat meriah, Laras Madya biasanya dimulai dari jam 9
pagi hingga sore hari, yang dibuka dengan bersholawat kepada Nabi, dilanjutkan berdoa, dan
di akhiri dengan tasyakuran. Banyak warga yang menyumbangkan makanan serta
buah-buahan dalam jumlah yang telah ditentukan oleh panitia. Dan saat
tasyakuran berlangsung banyak warga yang berebut makanan, Warga begitu antusian
menunggu pembagian makanan, mereka rela berdiri untuk waktu yang lama demi
mendapatkan makanan yang dibagikan oleh panitia. Warga berharap dengan
diadakannya kesenian Laras Madya dapat mempererat tali persaudaraan, kerukunan,
serta turut menjaga dan melestarikan
kesenian dan kebudayaan Indonesia.
Reporter : Solichatul Wahyu Wulandari/JIS

COMMENTS